Header Ads

  • Breaking News

    Dinilai Berlebihan, Bimanesh Sutarjo Engan Beri Komentar Kepada Media




    Jakarta JelajahNews - Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, mengeluhkan pemberitaan media massa mengenai keterlibatannya dalam kasus merintangi penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Setya Novanto. Menurut Bimanesh, pemberitaan media banyak yang berlebihan.

    “Di media, saya disebut suruh pasang infus yang hanya ditempel di lengan Setya Novanto-lah, ada isu bola panaslah, saya bingung,” kata Bimanesh Sutarjo saat ditemui Tempo setelah menjalani persidangan sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin, (23/4)

    Menempel infus di lengan Setya, kata Bimanesh, berasal dari kesaksian seorang perawat Rumah Sakit Medika, Indri Astuti, Senin, 2 April 2018. Dalam kesaksiannya, Indri mengatakan Bimanesh menyuruhnya agar infus Setya cukup ditempel.

    Sedangkan mengenai bola panas, Bimanesh merujuk pada kesaksian dokter Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Medika, Michael Chia Cahaya. Pada Kamis, 22 Maret 2018, menurut Michael, Bimanesh menganggap keberadaan Setya di Rumah Sakit Medika sebagai bola panas yang siap ia hadapi. “Yang dihebohkan itu kan yang membikin misleading (menyesatkan),” ujar Bimanesh.

    Bimanesh berharap media membuat berita berimbang tentang dirinya. Ia ingin media melakukan konfirmasi bila ingin menulis berita tentang fakta-fakta persidangan. “Orang, kok, ada kepikiranmembuat pemberitaan seperti itu. Sedih saya,” ucapnya.

    Saat mengikuti persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Bimanesh lebih sering menolak memberikan pernyataan kepada media. Ketika ditemui awak media, Bimanesh lebih banyak diam. Ia jarang memberikan pernyataan kepada wartawan.

    Bimanesh beralasan enggan berkomentar di media karena khawatir pernyataannya dimanfaatkan untuk pemberitaan yang heboh. “Beritakan yang jujurlah. Media dan saya tidak saling kenal, tetapi morotin saya. Itulah kenapa saya jarang berbicara di media,” tuturnya.

    (Sumber: TEMPO.CO)




    No comments

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728