Header Ads

  • Breaking News

    MEMANCING, LEPASKAN HOBY, HILANGKAN STRES

    Wajah sumringah Nanang Surya memperlihatkan hasil tangkapannya

    Padang(Sumbar). JNews- Haii guys.. untuk melepaskan kepenatan  dan rasa stress karena himpitan kesibukan sehari- hari, berbagai macam kegiatan ringan bersifat refresing dirasa wajib dilakukan. Hal ini bermanfaat lhoo guys suntuk mengendorkan kembali syaraf- syaraf otak yang selama ini kita genjot untuk berfikir dalam menyelesaikan setiap target- target problem kita. 

    Dari sekian banyak kegiatan ringan yang bersifat refreshing tersebut diantaranya melakukan kegiatan memancing.  Nah guys, kegiatan memancing tidak hanya sekedar melepaskan hoby lhoo.. Memancing juga diyakini bisa memperbaiki kondisi mata dan hati. Misalnya ni guys, karena kondisi pekerjaan, membuat kamu harus jumpa dan ngeliat wajah si bos brewok yang saban hari marahin and ngomelin kamu, atau kamu lagi jenuh dengan si Mela, yang kemaren nampak lagi berduaan pas mo pulang dari kampus.. pokoke semua hal yang bikin hati and fikiran kamu jadi butek kayak air cucian..he.he.he… 

    Memancing di lautan lepas atau dikolam pancing umum, Waah itu nggak ada masalah guys, yang dilarang itu adalah memancing di kolam tetangga.. Kalau yang ini, sama halnya dengan memancing masalah and memancing keributan.. bisa jadi ramee broo….

    Ngemeng- ngemeng soal memancing ni guys, beberapa orang dari teman- teman Jelajahnews.com juga menjalani ritual ini guna melepaskan kepenatan serta rasa mumet dikepala, karena saban hari sibuk di lapangan, di depan monitor, serta bisnis masa depan lainnya. Huup, juga ada bisnis akhiratnya juga kali yaa...
    Contohnya bisnis batu mejan ghituu guys..hik..hik..hik..

    Dari sekian luas lautan yang ada di Sumatera Barat, lokasi yang dipilih oleh teman- teman Jelajahnews.com adalah pantai daerah Sungai Barameh, Kota Padang. Keberadaan pantai ini tidak jauh dari pelabuhan Teluk Bayur. Lokasi ini dipilih, selain dekat dengan domisili, keberadaan teluknya yang dalam, diyakini memiliki ikan- ikan yang banyak plus besar- besar… moga- moga aja dapat ya guys….

    Sebelum berpindah dari daratan ke lautan, kawan- kawan melakukan pengecekan kelengkapan bekal selama berada di lautan. Setelah dirasa aman, bersama sang nakhoda, biduk ( kapal kecil) berukuran 5X1 meter yang diparkir sekitas 30 meter diatas bibir pantaipun di dorong dengan menggunakan media kayu gelondongan menuju pantai . Meski terasa berat, berkat bantuan deburan ombak yang menghempas dipantai, sedikit memudahkan sang biduk meluncur menuju lautan… berat juga tu Broo… hitung- hitung olah raga sembari mengeluarkan tenaga dalam pemberian sang guru, yang selama ini hanya tersimpan di perut teman- teman yang terlihat subur guys...hik..hik.hik..

    Setelah cukup jauh berlayar dari bibir pantai, mesin bidukpun dimatikan. Beberapa mata pancing serta umpan yang telah dipersiapkan, siap dilemparkan ke dalam air laut yang berwarna biru.
    Cerita- cerita pendek diiringi guyonan berikut cemilan ringan, turut  mengisi kekosongan waktu sembari menunggu mata- mata pancing diserbu oleh kawanan ikan. Selain sebagai sarana refreshing, kegiatan memancing juga diyakini sebagai media dan sarana untuk melatih kesabaran diri lho guys, diantaranya sabar dalam menunggu saat- saat mata pancing dimakan oleh sang ikan, ataupun sabar saat- saat diledek kawan ketika mata pancingnya lebih duluan di embat ikan.. sabar..sabar.. semua ini cuma ujian broo…he.he.he…

    Berbekal nasib mujur, beberapa ekor ikan- ikan berhasil terjebak dimata pancing. Naaah disaat mata pancing dimakan dan dilarikan ikan, teriakan kegirangan merupakan sebuah nuansa kepuasan yang tidak dapat dibayar dengan apapun. “Yesss.. benang pancing aku ditarik ikan, ternyata Allah selalu mentakdirkan, kalau ikan itu selalu dekat dan suka memakan pancing orang- orang yang memiliki wajah ganteng, bukan dari pancing orang- orang yang memiliki wajah pas- pasan,” ledek Nanang Surya kepada kawan- kawan seperjuangan.

    Cukup lama Nanang menarik benang yang cukup jauh dilarikan sang ikan, hingga akhirnya ikan sebesar tiga jari orang dewasa dengan panjang sekitar 12 cm tersebut berhasil naik ke atas biduk.
    Senyuman cemooh tersungging dari bibir kawan- kawan seperjuangan. Meski demikian, keberhasilan Nanang cukup membuat kawan- kawan terpancing untuk segera mendapatkan hasil yang lebih besar dari ikan yang di dapati Nanang. Sebahagian dari kawan- kawan, mulutnya tampak komat kamit membaca do’a dan mantra pengasihan, berharap agar putri duyung juga merestui, memberikan dan memerintahkan ikan- ikan untuk mencaplok umpan dipancing- pancing mereka.. ada- ada aza ya guys hik..hik..hik.. …

    Semangat dan harapan kawan- kawan mulai membuahkan hasil.  Do’a bung Zainal di ijabah, pancingnya berhasil dicaplok ikan dengan ukuran ± 25 cm. sebuah upaya yang cukup membuat gula darah Bung Agus Salman serta Nanang naik. Dengan jidat yang telah mengkilat serta kulit yang memerah karena diterpa mentari, bung Agus Salman tampak bolak balik menarik benang, mengecek serta mengganti umpan dari 10 buah mata pancing sewainya, hingga akhirnya dewi fortunapun memihak, dia pun mampu menyaingi Nanang dan Zainal.

    Mentari telah condong ke ufuk barat, acara seruan- seruan dari manusia- manusia stress inipun berakhir. Bidukpun telah kembali dipacu menuju bibir pantai. Rasa kepuasan yang dirasakan turut mengurangi beban berat pada fikiran, mengiringi langkah- Langkah mereka menuju tempat peristirahatan masing- masing. 

    Naah guys.. mo seru- seruan juga seperti mereka..???
    Mo dilaut, dikolam atauu dipasar..???  Tinggal pilih aja lagi guys..
    Meet mencoba yaa .

     # JN-003

    No comments

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728