• Breaking News

    Irwan Basyir Menjadi Pembina Upacara Pada Hari Pahlawan Di SMAN 15 PADANG

     


    Padang - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (DPD LPM) Kota Padang Irwan Basir Datuk Rajo Alam, SH, MM didapuk menjadi pembina upacara pada peringatan hari pahlawan tahun 2021 di SMA Negeri 15 Padang, Rabu (10/11/2021) pagi.

    Kegiatan tahunan itu diikuti penuh antusias oleh siswa-siswi, majelis guru, para wakil kepala sekolah, dan warga sekolah. Teristimewa lagi pada peringatan Hari Pahlawan di sekolah mereka yang berada di Limau Manis Kecamatan Pauh ini juga diikuti unsur Relawan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dan Kota Padang. 

    Meski lapangan upacara yang sempat basah oleh terpaan hujan sejak pagi, tak menyurutkan semangat para peserta upacara untuk mengikuti peringatan Hari Pahlawan tahun ini yang mengusung tema "PAHLAWANKU INSPIRASIKU". 

    Bahkan suasana lapangan upacara semakin penuh khidmat, ketika hentakan kaki para Pasukan Pengibar bendera (paskibra) mulai mengarah ke tiang bendera guna mengibarkan sang merah putih. Gerimis yang masih enggan berlalu, tak lagi dihiraukan. Tepat pukul 09.00 WIB, Sang merah putih itu akhirnya berkibar di angkasa. 

    Rangkaian demi rangkaian upacara setelah itu berjalan dengan lancar, hingga berakhir pada pembacaan teks Pancasila dan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Pembina upacara. Menariknya, gerimis pun berlalu. 

    Ketua DPD LPM Kota Padang Irwan Basir Datuk Rajo Alam dalam amanatnya di kesempatan itu mengungkapkan, hari ini tepat tanggal 10 November anak bangsa secara bersama-sama memperingati guna mengingat perjuangan dan jasa-jasa Pahlawan sesuai dengan tema peringatan "PahlawanKu InspirasiKu". 

    "Pahlawan adalah para pendahulu yang telah berjuang hingga tetes darah penghabisan, mengorbankan harta benda dan jiwa raganya sehingga kita hari ini dapat menikmati alam kemerdekaan," ungkap Irwan Basir yang juga Ketua Majelis Pertimbangan Adat (MPA) Kenagarian Pauh IX Kuranji ini.

    Tentu, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya. Oleh karena itu, sebagai bangsa yang telah berdiri tegak dan sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya kita perlu menyadari dan memahami bahwa itu semua merupakan hasil perjuangan dan rela berkorban para pahlawan. 

    "Jadi kemerdekaan bangsa ini bukanlah sebuah kado pemberian Kolonial Belanda yang telah menjajah bangsa ini selama 3,5 abad, bukan pula kado penghargaan dari Imperialis Jepang yang telah menduduki bangsa ini 3,5 tahun. Tapi kemerdekaan ini direbut dengan air mata, ketakutan, penderitaan, harta benda dan nyawa," ujar Irwan Basir dengan suara bergetar. 

    Untuk itu Irwan Basir berpesan, generasi hari ini wajib melanjutkan perjuangan dengan mengisi kemerdekaan. Karenanya masanya sekarang kita memperjuangkan harkat dan martabat bangsa ini pada level apapun oleh generasi muda yang akan melanjutkan tongkat estafet, sehingga bangsa ini terbebas dari penjajahan apapun. 

    Irwan Basir juga mengajak untuk mengimplementasikan semangat patriotisme itu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Seperti dalam menghadapi pandemi COVID-19 sekarang yang membuat anak bangsa ini tak bisa bertatap muka. 

    "Lakukanlah vaksinasi semaksimal mungkin dan jaga pula kompetisi-kompetisi di bidang pendidikan karena seiring perkembangan zaman kita tidak selalu menjadi objek tetapi harus menjadi subjek sehingga generasi selanjutnya tidak kehilangan arah," tekan Irwan Basir. 

    Mengakhiri amanatnya, Irwan Basir mengingatkan filsafat kehidupan jangan melupakan sejarah, agar menjadi motivasi diri untuk menatap masa depan.

    Padukan perkembangan dan modernisasi tanpa melupakan kearifan lokal dan kebhinekaan yang menjadi landasan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

    "Pancasila adalah landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga momentum hari pahlawan ini menjadi bangsa yang memiliki nilai-nilai dan budaya serta mengabdi pada perjuangan para pahlawan yang tak terlupakan," pungkasnya. 

    Upacara itu selanjutnya diakhiri dengan menyanyikan lagu wajib perjuangan oleh paduan suara SMAN 15 Padang, dan laporan selesainya kegiatan oleh komandan upacara kepada pembina atau inspektur upacara Datuk Irwan Basir. (mz)

    No comments

    Post Bottom Ad

    Bofet Harapan Peri