Prof. Fauzi Bahar Gaungkan “Sedekah Lima Menit” dan Peringatkan Bahaya Narkoba hingga Balap Liar dalam Buka Bersama di Padang
Kegiatan buka bersama ini turut dihadiri sejumlah wartawan dari IKW dan KJI, tokoh masyarakat, serta para undangan lainnya. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga generasi muda dari berbagai ancaman sosial yang kian mengkhawatirkan.
Dalam sambutannya, Fauzi Bahar yang juga dikenal sebagai tokoh adat dan pemuka masyarakat Sumatera Barat, menyampaikan gagasan tentang “sedekah lima menit”. Menurutnya, sedekah tidak selalu harus dalam bentuk materi atau uang, melainkan bisa berupa waktu, tenaga, dan perhatian.
“Sedekah lima menit itu sederhana. Luangkan waktu lima menit untuk mengingatkan anak-anak kita, menasihati mereka, mendengarkan keluh kesahnya, atau mengajak mereka ke masjid. Itu sudah bagian dari sedekah yang luar biasa nilainya,” ujar beliau di hadapan para hadirin.
Ia menekankan bahwa perhatian orang tua dan lingkungan sangat menentukan arah kehidupan generasi muda. Jika anak-anak dibiarkan tanpa pengawasan dan bimbingan, maka mereka akan mudah terjerumus ke dalam pergaulan bebas dan berbagai penyimpangan sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Fauzi Bahar juga menyoroti bahaya narkoba yang masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Ia mengingatkan bahwa narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan dan merusak tatanan keluarga serta masyarakat.
Selain itu, ia juga mengangkat persoalan fenomena LGBT dan balap liar yang menurutnya semakin marak di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari orang tua, tokoh adat, ulama, hingga pemerintah, untuk bersinergi dalam membentengi generasi muda dengan pendidikan agama dan nilai-nilai adat Minangkabau yang berlandaskan falsafah “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.”
“Kita di Sumatera Barat punya benteng yang kuat, yaitu adat dan agama. Kalau ini benar-benar kita jalankan, insyaAllah anak-anak kita tidak akan mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif,” tegasnya.
Para wartawan yang hadir dari IKW dan KJI pun menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka menilai pesan-pesan yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini dan perlu disebarluaskan agar menjadi perhatian bersama.
Acara buka bersama itu ditutup dengan doa dan makan bersama dalam suasana penuh kekeluargaan. Diharapkan, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi agenda seremonial Ramadan semata, tetapi juga menjadi momentum refleksi dan aksi nyata dalam membangun generasi muda yang berakhlak, berprestasi, dan berkarakter kuat di Kota Padang dan Sumatera Barat secara umum.
(Plr)






.jpg)
No comments