Respons Sigap Satker PJN II Sumbar, Material Longsor Bukit Lampu Berhasil Dievakuasi dalam Tiga Jam
JELAJAHNEWS, Padang (SUMBAR) - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Padang dan sekitarnya memicu terjadinya longsor di ruas Jalan Nasional Bukit Putus - Batas Kota Padang Km 19+900, tepatnya di kawasan Bukit Lampu, Minggu (14/6/2026) sore sekitar pukul 17.30 WIB.
Material longsoran berupa tanah dan batu yang berasal dari tebing di atas badan jalan sempat meluncur jatuh, hingga menutupi sebagian ruas jalan nasional tersebut.
Merespons kejadian yang berpotensi melumpuhkan arus logistik dan transportasi ini, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat langsung bergerak cepat. Kepala Satuan Kerja (Satker) PJN Wilayah II Provinsi Sumatera Barat, Masudi, ST., MT., melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 segera melakukan penanganan darurat.
Sebuah tim satgas tanggap darurat beserta satu unit alat berat jenis "wheel loader" langsung diterjunkan ke lokasi untuk membersihkan material longsoran guna memastikan keamanan serta kelancaran lalu lintas.
Masudi menginformasikan bahwa proses pembersihan material di lapangan terus dikebut oleh petugas. Berkat penanganan yang sigap dan cepat, hambatan di jalur utama tersebut dapat segera teratasi. Hingga pukul 20.30 WIB, arus kendaraan dilaporkan sudah berangsur normal.
"Berkat penanganan cepat di lapangan, kondisi lalu lintas saat ini telah dapat dilalui dua jalur," ujar Masudi, Minggu (14/6) malam.
Meskipun akses jalan sudah kembali terbuka normal, pihak BPJN Sumatera Barat tetap meminta masyarakat untuk tidak menurunkan kewaspadaan saat melintasi area rawan tersebut.
"BPJN Sumatera Barat mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap berhati-hati, mengurangi kecepatan kendaraan, serta meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi menimbulkan longsor susulan," harap Masudi.
Pantauan di lokasi pasca-pembersihan menunjukkan arus lalu lintas mulai mengalir lancar dari kedua arah, baik yang menuju pusat Kota Padang maupun sebaliknya. Kendati demikian, sisa-sisa material basah dan licin di tepi jalan membuat para pengendara harus ekstra waspada.
Kelancaran kembali jalur vital ini disambut lega oleh para pengguna jalan yang sempat tertahan, salah satunya Irman (42), seorang sopir travel rute Padang–Pesisir Selatan. Ia mengaku sempat khawatir akan terjebak kemacetan panjang hingga larut malam.
"Tadi sempat pasrah waktu dengar kabar ada longsor di Bukit Lampu, karena ini jalur utama kami membawa penumpang. Untung saja petugas dari BPJN sangat cepat bergerak membawa alat berat. Begitu saya sampai di lokasi, pembersihan sudah hampir selesai dan jalan sudah bisa dilalui dua jalur lagi," ungkap Irman lega.
Nada serupa juga disampaikan oleh Rian (26), seorang pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas dalam perjalanan pulang kerja. Ia mengapresiasi kesigapan satgas di lapangan, namun tetap menggarisbawahi faktor keselamatan karena kondisi jalan yang masih cukup rawan.
"Waktu lewat tadi memang harus pelan-pelan karena aspal masih agak licin bekas lumpur, ditambah hujan gerimis. Tapi kami sangat terbantu dengan adanya petugas yang berjaga dan mengatur lalu lintas di lokasi. Setidaknya jalur tidak sampai putus total," tutur Rian.
Hingga berita ini diturunkan, petugas satgas tanggap darurat BPJN Sumbar dikabarkan masih tetap bersiaga di sekitar kawasan rawan guna mengantisipasi segala kemungkinan, mengingat intensitas hujan di wilayah Padang dan sekitarnya masih sulit diprediksi. (Plr)





.jpg)
No comments