• Breaking News

    Dugaan Transparansi dan Sikap Acuh Oknum Pengelola PAUD Beringin Koto Baru Picu Kekecewaan Orang Tua Balita

    ​JELAJAHNEWS, Padang ( SUMBAR )|-  Pengelolaan fasilitas umum serta transparansi program pemerintah di PAUD Beringin Koto Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg), Kota Padang, menuai sorotan tajam. Langkah sepihak pengelola yang menutup akses fasilitas halaman bermain anak tanpa alasan jelas, ditambah minimnya respons komunikasi, memicu dugaan adanya sentimen pribadi hingga ketidakprofesionalan oknum di lembaga pendidikan PAUD tersebut.


    ​Peristiwa ini bermula pada Jumat (9/10/2026), ketika area fasilitas bermain anak yang biasanya terbuka untuk siswa mendadak ditutup dan pagar diikat dengn tali ( karena tak ada kunci  dan memang tak pernah dikunci sama sekali ). Kebijakan mendadak ini memicu kebingungan para orang tua yang sedang mendampingi balita mereka. Saat dikonfirmasi langsung, pihak pendidik maupun pengawas yang berada di lokasi justru memilih bungkam dan tidak memberikan penjelasan.


    ​Salah seorang wali murid, Syafrizal (Gan), menyayangkan respons dingin dari pihak sekolah yang dinilai tidak mencerminkan etika seorang tenaga pendidik.


    ​"Saya menanyakan langsung alasannya, tapi tidak dijawab sama sekali, terkesan enggan dan acuh. Padahal area ini biasanya terbuka. Kalau begini, timbul tanda tanya besar: apakah halaman ini dianggap milik pribadi oknum guru, atau ada sentimen pribadi kepada saya? Setahu saya, saya tidak pernah bermasalah atau menyinggung pihak PAUD Beringin," tegas Syafrizal.


    ​Sorotan Penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG)


    ​Selain transparansi penggunaan fasilitas, Syafrizal juga membeberkan indikasi ketidaksesuaian prosedur operasional (SOP) dalam penyaluran program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.


    ​Menurut pantauannya, penyaluran makanan sehat tersebut sering kali meleset dari jam operasional belajar anak. Alih-alih dibagikan saat jam belajar berlangsung untuk menunjang gizi siswa di kelas, makanan justru baru terlihat diambil atau dibagikan menjelang siang hari ketika aktivitas belajar telah usai.


    ​Rangkaian kejadian ini mendorong para orang tua murid menuntut evaluasi menyeluruh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang maupun pihak pengawas PAUD setempat. Hingga laporan ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pengelola PAUD Beringin terkait penutupan area bermain maupun mekanisme distribusi MBG tersebut.  (Gan)

    No comments

    Post Bottom Ad

    "BOFET HARAPAN PERI"