• Breaking News

    Bendungan Bernilai Miliaran Rupiah Baru Seumur Jagung “AMBRUK”, PPK ; Proyek Den Main Karek Kayu!




    JELAJAHNEWS, Sijunjung, (SUMBAR) ,|– Proyek Bendungan bernilai 1 Miliar lebih yang berlokasi di Nagari Sinyamu Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung, menuai banyak masalah.

    Padahal proyek ini dibangun adalah guna memperlancar pengendalian air dalam dan untuk mencukupi kebutuhan air pertanian dan persawahan masyarakat sekitar. Selain itu sebagai tempat dan juga sebagai penjaga tepi sungai agar jangan terjadi abrasi disepanjang aliran sungai tersebut, sekaligus merupakan program utama pemerintah pak Jokowi dalam peningkatan ketahanan swasembada pangan.

    Setelah dilakukan investigasi oleh media ini kelokasi, terindikasi adanya kejangalan dalam pelaksanaanya. Diantaranya, tidak di temukan Papan Plang Proyek. Sedangkan batu – batu yang berada pada aliran sungai tersebut, malah digunakan sebagai bahan material untuk pembangunan bendungan itu oleh para pekerja.

    Begitu juga pekerjaan pada penahan tebing atau Cekdam, dimana rangkaian bendungan terindikasi tidak dilaksanakan sesuai Spek (gambar) atau yang sudah tertuang dalam kontrak kerja pada dinas PUPR Kabupaten Sijunjung.

    Dikatakan salah warga yang minta tidak dituliskan namanya menuturkan, Jumat (01/11/23) bahwa sedari awal rekanan pelaksana memang tidak Propesional dalam perkerjaan pembangunan bendungan ini.

    “Lemahnya pengawasan, baik dari konsultan pengawas maupun dinas terkait yakni PUPR Kabupaten Sijunjung memungkinkan terjadinya pelanggaran spek oleh Rekananan. Sehingga mengakibatkan bendungan yang di buat tahun 2022 lalu yang masih seumur jagung itu bernasib naas alias ambruk”, ungkapnya.

    Sewaktu masih dalam pelaksanaan perkerjaan bendungan tersebut, awak media ini telah pernah mengkonfirmasi pada rekanan pelaksana yang akrab dipanggil Gun terkait plang proyek.

    “Plang Proyeknya sudah saya pasang, tetapi setelah itu sudah ada yang merobeknya. Usut punya usut ternyata ada polemik antara mamak dengan keponakan terkait ganti rugi. Jadi mungkin saja hal tersebut menjadikan plang proyek kami ada yang merobeknya”, papar Gun.

    Lebih lanjut dikatakannya, sekarang persoalan itu sudah ada perdamaiannya setelah dimediasi oleh para perangkat Kecamatan dan Nagari.

    “Terkait plang proyek, besok saya pasang kembali. Sedangkan menyoal penggunaan material yang saya gunakan didatangkan dari Solok”, ungkap Gun, kala itu.

    Ramadhan Fitri selaku PPK saat coba dikonfirmasi di Kantin Kantor PUPR justru meradang dan dengan emosi dirinya mengatakan kepada awak media ini yang sekaligus berkata kasar tapi terdengar dungu.

    “Boang jaan mancari gara – gara Jo den. Aden ko putra asli Sijunjung Nagari Ampalu. Aden ala lamo tau jo ang ma, dan paralu dikecek an ka ang bahwa karajo den main karek kayu. Jadi apo nan katuju dek ang. (Saya ini putra asli Sijunjung, Nagari Ampalu. Jadi anda jangan cari gara gara dengan saya dan saya sudah tau anda sedari dulu. Perlu anda ketahui bahwa pekerjaan proyek saya itu main karek kayu, oleh karenanya anda mau apa!!” Ujar PPK ini dengan congkaknya.

    Imam Sodikin, Ketua LP Tipikor RI Sumbar, Sabtu (02/11) saat menanggapi ambruknya bendungan di Nagari Sinyamu, Kabupaten Sijunjung, yang telah menelan anggaran Negara bernilai milyaran itu. Dengan tegas meminta kepada Aparat Penegak Hukum segera menindaklanjuti kasus tersebut terutama dinas terkait selaku penanggungjawab.

    “Selain ambruknya bendangan itu, saya juga sangat jengkel mendengar kata kata sombong yang dilontarkan oleh PPK yang bernama Ramadhan Fitri tersebut. Dan jika benar dia begitu, maka sudah sepantasnya Bupati Sijunjung memecat segera PPK bermental dungu begitu”, ucap Imam Sodikin.

    ( fit ).

    No comments

    Post Bottom Ad

    "BOFET HARAPAN PERI"